Pengobatan Sipilis Akut - onKLINIK HERBAL - onKLINIK HERBAL

Home Wasir/Ambeien Sipilis/Gonorrhea Kutil Kelamin Solusi Kewanitaan Gatal/Eksim Tumor/Kanker Obat Herbal Tips Kesehatan
SEMUA PENYAKIT ADA OBATNYA
"Alam telah dan akan terus memberikan obat-obatan berkhasiat untuk anda"
DE NATURE INDONESIA - PUSAT PENJUALAN OBAT HERBAL
Melayani pengiriman ke seluruh Indonesia & luar negeri
Pemesanan obat hubungi
082221132221 // 087719707073 (Call/SMS)
085743333181 (WhatsApp) // D4DFA68E (PIN BBM)
 

Pengobatan Sipilis Akut

Pengobatan Sipilis Akut – Anda sedang menderita penyakit sipilis atau raja singa? Segeralah untuk di obati karena jika dibiarkan akan menjalar keseluruh tubuh dan bahkan akan menular ke orang lain. Banyak sekali tumbuhan yang bisa dijadikan Pengobatan herbal penyakit Sipilis. Hal ini dikarenakan wilayah tropis Indonesia memungkinkan rakyatnya bisa memanfaatkan semua tumbuhan tidak terbuang sia-sia. Walaupun jarang diakui oleh saran dokter, pengobatan herbal sangat dianjurkan mengingat obat-obat modern sering mengakibatkan efek samping berlebih dan menambah kerja ginjal dalam mencerna larutan kimia. Pengobatan herbal penyakit Sipilis memang tidak bisa dirasakan efeknya begitu saja memakannya. Penyakit yang disalurkan umumnya saat hubungan seks memiliki sifat menyebar dan menular ke seluruh badan. Oleh karena itu pengobatan rutin dan pengecekan medis perlu dilakukan guna mendapatkan efek yang maksimal. Berikut ini terangkum informasi tentang beberapa tumbuhan yang bisa dijadikan obat herbal dari penyakit Sipilis.

sipilis11

Sifilis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi treponema yang bersifat akut dan kronis ditandai dengan lesi primer diikuti dengan erupsi sekunder pada kulit dan selaput lendir kemudian masuk kedalam periode laten diikuti dengan lesi pada kulit, lesi pada tulang, saluran pencernaan, sistem syaraf pusat dan sistem kardiovaskuler. Penyebab penyakit : Treponema pallidum, subspesies pallidum, termasuk spirocheta.

Lesi primer (Chancre = ulcus durum) biasanya muncul 3 minggu setelah terpajan. Lesi biasanya keras (indurasi), tidak sakit, berbentuk ulcus dengan mengeluarkan eksudat serosa ditempat masuknya mikroorganisme. Masuknyaa mikroorganisme kedalam darah terjadi sebelum lesi primer muncul, biasanya ditandai dengan terjadinya pembesaran kelenjar limfe (bubo) regional, tidak sakit, keras nonfluktuan. Infeksi juga dapat terjadi tanpa ditemukannya chancer (ulcus durum) yang jelas, misalnya kalau infeksi terjadi di rectum atau cervix. Walaupun tidak diberi pengobatan, ulcus akan menghilang sendiri setelah 4 – 6 minggu. Sepertiga dari kasus yang tidak diobati mengalami stadium generalisata, stadium dua, dimana muncul erupsi dikulit yang kadangkala disertai dengan gejala konstitusional tubuh. Timbul ruam makulo papuler bisanya pada telapak tangan dan telapak kaki diikuti dengan limfadenopati. Erupsi sekunder ini merupakan gejala klasik dari sifilis yang akan menghilang secara spontan dalam beberapa minggu atau sampai dua belas bulan kemudian.

Penderita stadium erupsi sekunder ini, sepertiga dari mereka yang tidak diobati akan masuk kedalam fase laten selama berminggu minggu bahkan selama bertahun tahun. Pada awal fase laten sering muncul lesi infeksius yang berulang pada kulit dan selaput lendir. Terserangnya Susunan Syaraf Pusat (SSP) ditandai dengan gejala meningitis sifilitik akut dan berlanjut menjadi sifilis meningovaskuler dan akhirnya timbul paresis dan tabes dorsalis. Periode laten ini kadang kala berlangsung seumur hidup.

Pada kejadian lain yang tidak dapat diramalkan, 5 – 20 tahun setelah infeksi terjadi lesi pada aorta yang sangat berbahaya (sifilis kardiovaskuler) atau gumma dapat muncul dikulit, saluran pencernaan tulang atau pada permukaan selaput lendir. Stadium awal sifilis jarang sekali menimbulkan kematian atau disabilitas yang serius, sedangkan stadium lanjut sifilis memperpendek umur, menurunkan kesehatan dan menurunkan produktivitas dan efisiensi kerja. Mereka yang terinfeksi sifilis dan pada saat yang sama juga terkena infeksi HIV cenderung akan menderita sifilis SSP; oleh karena itu setiap saat ada penderita HIV dengan gejala SSP harus dipikirkan kemungkinan yang bersangkutan menderita neurosifilis (neurolues).

Infeksi pada janin terjadi pada ibu yang menderita sifilis stadium awal pada saat mengandung bayinya dan ini sering sekali terjadi sedangkan frekuensinya makin jarang pada ibu yang menderita stadium lanjut sifilis pada saat mengandung bayinya. Infeksi pada janin dapat berakibat terjadi aborsi, stillbirth, atau kematian bayi karena lahir prematur atau lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) atau mati karena menderita penyakit sistemik. Infeksi kongenital dapat berakibat munculnya manifestasi klinis yang muncul kemudian berupa gejala neurologis terserangnya SSP. Dan kadangkala infeksi kongenital dapat mengakibatkan berbagai kelainan fisik yang dapat menimbulkan stigmatisasi di masyarakat seperti gigi Hutchinson, saddlenose (hidung berbentuk pelana kuda), saber shins (tulang kering berbentuk pedang), keratitis interstitialis dan tuli. Sifilis kongenital kadang kala asimtomatik, terutama pada minggu-minggu pertama setelah lahir. Diagnosa sifilis dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium yaitu pemeriksaan serologis terhadap darah dan liquor cerebrospinalis. Reaksi yang positif terhadap antigen nontreponemal (misalnya terhadap RPR (rapid plasma reagine) atau terhadap tes VDRL (Venereal Disease Research Laboratory) perlu dikonfirmasi lagi dengan pemeriksaan menggunakan antigen treponema (seperti FTA – Abs (Fluorescent treponemal antibody absorbed). Jika FTA Abs ini tersedia, bermanfaat untuk menyingkirkan hasil pemeriksaan yang “false-positive”. Untuk melakukan skrining pada bayi baru lahir penggunaan serum lebih baik daripada darah tali pusat, karena darah tali pusat lebih sering memberi hasil “false-positive”.

Diagnosa sifilis primer dan sekunder dapat ditegakkan dengan pemeriksaan mikroskopis dengan teknik lapangan gelap (dark field/dunkelfeld) atau dengan pemeriksaan fase kontras atau dengan teknik pengecatan antibodi FA dari eksudat yang diambil dari sampel atau aspirat kelenjar getah bening dengan catatan penderita belum diberi pengobatan antibiotika. Pemeriksaan serologis biasanya memberi hasil negatif pada awal stadium pertama walaupun pada saat itu Chancre (ulcus durum) masih ada. Pada saat masih ditemukan ada ulcus maka pemeriksaan mikroskopis menggunakan teknik lapangan gelap adalah yang paling baik lebih-lebih pada stadium awal sifilis primer yang biasanya memberikan hasil negatif pada pemeriksaan serologis.

Pada kepustakaan lama perkembangan sifilis (lues) dibagi kedalam 4 stadium :
– Stadium I : adanya ulcus durum
– Stadium II : disebut stadium generalisata
– Stadium III : stadium gumma
– Stadium IV : disebut juga stadium Neurolues

Distribusi penyakit

Sifilis tersebar diseluruh dunia; di AS yang paling sering terkena infeksi adalah golongan usia muda berusia antara 20 – 29 tahun, yang aktif secara seksual. Adanya perbedaan prevalensi penyakit pada ras yang berbeda lebih disebabkan oleh faktor sosial daripada faktor faktor biologis. Sifilis juga lebih tinggi prevalensinya didaerah perkotaan dibandingkan dengan didaerah pedesaan dan juga pada ras dan kultur tertentu. Laki-laki lebih sering terinfeksi daripada wanita. Pada tahun 1970-an dan awal tahun 1980-an, prevalensi tinggi dijumpai pada kelompok homoseksual laki-laki dan pada tahun 1983 menurun secara drastis. Dibanyak wilayah di AS, terutama di daerah perkotaan dan di daerah pedesaan bagian selatan kejadian sifilis dan sifilis kongenital yang dilaporkan meningkat sejak tahun 1986 dan berlanjut sampai dengan tahun 1990 dan kemudian menurun sesudah itu. Peningkatan ini terjadi terutama dikalangan masyarakat dengan status sosial ekonomi rendah dan dikalangan anak-anak muda.

Faktor risiko yang melatar belakangi peningkatan prevalensi sifilis pada kelompok ini antara lain pemakaian obat obat terlarang, prostitusi, AIDS dan hubungan seks pertama kali pada usia muda. Tahun 1991, sejak tahun 1985 merupakan tahun pertama kali kasus sifilis yang dilaporkan menurun drastis, penyebabnya tidak diketahui dengan jelas. Penyakit kelamin pada usia muda dan sifilis kongenital meningkat secara bermakna hampir diseluruh dunia sejak tahun 1957.

Cara-cara Penularan

Cara penularan sifilis adalah dengan cara kontak langsung yaitu kontak dengan eksudat infeksius dari lesi awal kulit atau selaput lendir pada saat melakukan hubungan seksual dengan penderita sifilis. Lesi bisa terlihat jelas ataupun tidak terlihat dengan jelas. Pemajanan hampir seluruhnya terjadi karena hubungan seksual. Penularan karena mencium atau pada saat menimang bayi dengan sifilis kongenital jarang sekali terjadi. Infeksi transplasental terjadi pada saat janin berada didalam kandungan ibu yang menderita sifilis. Transmisi melalui darah donor bisa terjadi jika donor menderita sifilis pada stadium awal.
Penularan melalui barang-barang yang tercemar secara teoritis bisa terjadi namun
kenyataannya boleh dikatakan tidak pernah terjadi. Petugas kesehatan pernah dilaporkan mengalami lesi primer pada tangan mereka setelah melakukan pemeriksaan penderita sifilis dengan lesi infeksius.

Masa Penularan

Periode inkubasi: Dari 10 hari sampai 3 minggu, biasanya 3 minggu. Penularan dapat terjadi jika ada lesi mukokutaneus yang basah pada penderita sifilis primer dan sekunder. Namun jika dilihat dari kemampuannya menularkan kepada orang lain, maka perbedaan antara stadium pertama dan stadium kedua yang infeksius dengan stadium laten yang non infeksius adalah bersifat arbitrari, oleh karena lesi pada penderita sifilis stadium pertama dan kedua bisa saja tidak kelihatan. Lesi pada sifilis stadium dua bisa muncul berulang dengan frekuensi menurun 4 tahun setelah infeksi. Namun penularan jarang sekali terjadi satu tahun setelah infeksi. Dengan demikian di AS penderita sifilis dianggap tidak menular lagi setahun setelah infeksi. Transmisi sifilis dari ibu ke janin kemungkinan terjadi pada ibu yang menderita sifilis stadium awal namun infeksi dapat saja berlangsung selama stadium laten. Bayi yang menderita sifilis mempunyai lesi mukokutaneus basah yang muncul lebih menyebar dibagian tubuh lain dibandingkan dengan penderita sifilis dewasa. Lesi basah ini merupakan sumber infeksi yang sangat potensial.

Cara – cara Pemberantasan

Upaya pencegahan
Secara umum tindakan-tindakan pencegahan berikut ini dapat diterapkan pada semua jenis PMS (penyakit menular seksual); seperti sifilis, infeksi HIV, chancroid, lymphogranuloma venereum, granuloma inguinale, gonorrhea, infeksi virus herpes simplex, infeksi papillomavirus pada genitalia manusia (genital warts), trichomoniasis, bakteriae vaginosis, hepatitis B yang ditularkan lewat hubungan seksl, infeksi-infeksi chlamydial dan genital mycoplasma. Upaya deteksi dini dan pengobatan dini pada penderita sifilis menular dan kontak mereka sebaiknya tidak mengabaikan pencarian penderita sifilis laten tanpa gejala untuk mencegah kambuhnya penyakit dan mencegah kecacatan yang disebabkan manifestasi klinis yang muncul terlambat.

  • Didik masyarakat tentang cara-cara umum menjaga kesehatan, berikan petunjuk tentang kesehatan dan hubungan seks yang sehat.
  1. Jelaskan manfaat tentang menunda aktivitas seksual sampai pada usia matang secara seksual demikian juga
  2. Jelaskan pentingnya perkawinan monogami dan mengurangi jumlah pasangan seksual.
  3. Pemeriksaan serologi sifilis sebaiknya dilakukan untuk semua kasus PMS dan sebagai prosedur rutin pada perawatan antenatal.
  4. Sifilis kongenital dicegah dengan melakukan pemeriksaan serologis pada kehamilan dini dan diulang lagi pada kehamilan tua dan pada saat partus pada populasi dengan prevalensi tinggi; berikan pengobatan kepada mereka yang hasil pemeriksaan serologisnya positif.
  5. Lindungi masyarakat dari infeksi sifilis dengan cara mencegah dan mengendalikan PMS pada para pekerja seks komersial (PSK) dan pelanggan mereka melalui penyuluhan tentang bahayanya memiliki banyak pasangan seksual dan hindari hubungan seksual dengan orang yang tidak dikenal. Dari penyuluhan tentang tindakan profilaksis untuk mencegah infeksi sebelum, pada waktu dan sesudah pemajanan. Terutama sekali ajarkan tentang cara-cara menggunakan kondom yang tepat dan konsisten.
  6. Sediakan fasilitas pelayanan kesehatan untuk diagnosa dini dan pengobatan dini PMS.
  7. Jelaskan tentang manfaat fasilitas ini melalui penyuluhan kesehatan masyarakat dan jelaskan juga tentang gejala-gejala PMS dan cara-cara penyebarannya; bentuk fasilitas pelayanan kesehatan ini hendaknya sesuai dengan budaya setempat dan mudah diakses dan dapat diterima oleh masyarakat, tanpa mempertimbangkan status sosial ekonomi seseorang.
  8. Buatlah program penemuan kasus secara intensif termasuk kegiatan melakukan anamnesis penderita, motifikasi pasangan seksual mereka. Lakukan pemeriksaan serologis ulang untk sifilis diwilayah dimana prevalensi PMS nya tinggi.
  9. Lakukan pemeriksaan serologis lain untuk mengesampingkan kemungkinan infeksi PMS lainnya atau infeksi HIV.
  • Pengawasan penderita, kontak dan lingkungan sekitarnya
  1. Laporan ke Dinas Kesehatan setempat: Kasus sifilis infeksius dini dan sifilis kongenital wajib dilaporkan hampir di semua wilayah negara bagian dan bervariasi di berbagai negera, Kelas 2A (lihat laporan penyakit menular), dihampir semua negara bagian laboratorium-laboratorium diwajibkan melapor jika menemukan spesimen yang memberikan hasil serologis reaktif dan pemeriksaan mikroskopis lapangan gelap positif. Kerahasiaan penderita harus dijaga.
  2. Isolasi: untuk pasien-pasien rawat inap, tindakan kewaspadaan universal untuk darah dan sekret harus dilakukan. Penderita harus menahan diri untuk tidak melakukan hubungan seksual sampai pengobatan lengkap dan semua lesi menghilang; untuk menghindari reinfeksi, mereka harus menahan diri untuk tidak
    melakukan hubungan seksual dengan pasangan-pasangan sebelumnya sampai pasangan tersebut selesai di periksa dan diobati.
  3. Disinfeksi serentak: Tidak ada jika penderita mendapat pengobatan yang cukup mamadai; hati-hati dan hindari kontak dengan discharge yang keluar dari lesi terbuka dan dengan benda-benda yang terkontaminasi.

Investigasi Kontak dan Sumber Infeksi

Ciri dasar dari program pemberantasan sifilis adalah anamnesis yang dilakukan terhadap penderita untuk mengetahui pasangan seks mereka darimana mereka tertulari dan untuk mencari orang yang tertulari oleh penderita itu sendiri. Pewawancara yang terlatih akan memberikan hasil yang lebih baik. Tingkat stadium penyakit yang diderita sangat menentukan kriteria notifikasi dari pasangan seks mereka misalnya :

  1. untuk sifilis primer, seluruh pasangan seks mereka selama 3 bulan sebelum timbul gejala harus dicari;
  2. untuk sifilis sekunder yang dicari adalah seluruh kontak selama 6 bulan sebelum timbul gejala klinis;
  3. sedangkan untuk sifilis laten fase awal kontak yang ditelusuri adalah pasangan seks selama setahun dengan catatan jika saat stadium primer dan stadium sekunder tidak diketahui;
  4. untuk sifilis lanjut dan sifilis laten lanjut, seluruh pasangan sah dan anak-anak yang lahir dari ibu yang terinfeksi harus dicari;
  5. untuk sifilis kongenital, seluruh anggota terdekat penderita harus
    ditelusuri. Sebagai tindak lanjut dari investigasi, seluruh pasangan seksual dari penderita sifilis stadium awal selama 90 hari sebelum diagnosa ditegakkan harus diberikan pengobatan. Penderita sifilis dan pasangan seks mereka dianjurkan untuk mendapatkan konseling dan pemeriksaan HIV. Bayi yang lahir dari ibu sero positif harus diberi pengobatan dengan penisilin jika ibunya tidak mendapatkan pengobatan yang adekuat pada bulan terakhir kehamilan.

Tindakan Internasional

  • Lakukan pemeriksaan terhadap kelompok-kelompok remaja dan kelompok dewasa muda yang pindah dari wilayah dengan prevalensi infeksi treponema tinggi
  • Mentaati perjanjian-perjanjian internasional (misalnya perjanjian Brussels) yang menyatakan bahwa semua penderita harus dicatat, adakan fasilitas diagnosa dan pengobatan, lakukan wawancara kontak terhadap awak kapal dipelabuhanpelabuhan
    laut.
  • Sediakan fasilitas pertukaran informsai cepat secara internasional tentang kontak
  • Manfaatkan Pusat Kerja sama WHO

Pengobatan

Apakah anda menderita Sipilis? Masih belum kunjung sembuh dari penyakit Sipilis? Jika demikian maka anda berada di web yang tepat! Kami dari De Nature Indonesia membuka layanan konsultasi pengobatan berbagai macam penyakit, termasuk penyakit Sipilis atau Raja Singa. Untuk keterangan lebih lanjut silakan menghubungi kami pada kontak. Segera Obati penyakit Sipilis atau Raja Singa anda, jangan memperpanjang penderitaan anda sebab jika tidak segera diobati dapat menyerang organ tubuh yang lain. Kami Jual Obat Sipilis yang cocok untuk pria maupun wanita. Hanya di sini pusat penjualan Obat Sipilis dari De Nature Indonesia Yang Sudah Terbukti Nomor Satu Paling Manjur, aman dan tanpa efek samping.
Obat-Sipilis-de-nature

Jangan menunggu penyakit sipilis anda bertambah parah !!!
Segera Obati Penyakit Sipilis Anda Dengan Obat Sipilis Dari De Nature Indonesia Yang Sudah Terbukti Nomor Satu Paling Mujarab Dan Sudah Menjadi Satu-Satunya Pengobatan Alternatif Untuk Penyakit Sipilis

Hanya dengan paket Denature Indoensia pengobatan herbal GANG JIE dan GHO SHIAH Ini sangat ampuh mengobati penyakit sipilis, raja singa, gonore atau kencing nanah, Karena obat herbal gnajie dan gho shiah ini terbuat dari bahan-bahan herbal 100 % asli, Maka obat kami ini sangat aman anda yang alergi dengan obat kimia, Maka cepatlah obati penyakit yang anda derita sekarang juga karena jika bertambah parah anda akan susah sendiri. Untuk harga obat herbal cukup dengan Rp. 295.000 penyakit yang anda derita sembuh total, Hubungi Custemer Kami Untuk Konsultasi Penyakit Anda dinomor 082221132221/087719707073.

Sudah banyak pasien kami yang tersembuhkan, Atas ijin Alloh, pengalaman sebagian besar konsumen kami mereka sudah bisa merasakan khasiat obat sipilis kami dalam waktu 3-4 hari, bahkan banyak yang sudah sembuh dalam waktu tersebut.

Sipilis4

kisah-sembuh-dari-penyakit-sipilis1

3115224

Keuntungan belanja obat sipilis di tempat kami:

  • Tanpa kedokter (Tidak malu saat ke dokter, hemat waktu dll),
  • Tidak perlu disuntik,
  • Masa penyembuhan relatif singkat
  • Barang dikirim ke alamat rumah anda via TIKI atau JNE kilat, Di bungkus rapi, RAHASIA DIJAMIN !!

Jangan Tunda Pengobatan Penyakit Anda..!!
Sebelum Raja Singa Sipilis Semakin Parah..!!
Sebelum Sipilis Raja Singa Sulit di Obati..!! Sebelum Terlambat..!!
Segera Dapatkan Pengobatan Sipilis Raja Singa Yang Tepat..!!

HUBUNGI KAMI SEKARANG JUGA
082221132221/087719707073

TATA CARA PEMBELIAN:
Smskan alamat, atau konsultasi, jika tertarik, transfer pembelian, barang dikirim pake TIKI/JNE/POS kealamat rumah. No.rekening via sms

FORMAT PEMESANAN:
Triyono, pesan Obat Sipilis, Jl Pamularsih No 90  RT09 RW08  Kelurahan karangsari  Kecamatan Bongsari, Semarang 52537 – Jawa tengah via MANDIRI
Kirim ke no : 082221132221/087719707073

Setelah memesan, transfer uangnya ke salah satu rekening kami
No rekening pembayaran obat
Setelah transfer, konfirmasikan agar pengiriman segera dilakukan

CONTOH KONFIRMASI PEMBAYARAN:
Triyono, Telah Transfer Rp. 295.000, – , Via MANDIRI,  Obat Sipilis.
Konfirmasikan Via SMS ke : 082221132221/087719707073

Untuk Konsultasi dan Pemesanan
Hubungi Kami
082221132221/087719707073
online 24 jam

Pengobatan Sipilis Akut
Artikel "Pengobatan Sipilis Akut" ditulis oleh admin update terakhir pada 6th Maret 2016 Categories: Obat Sipilis/Gonore permalinks http://www.onklinikherbal.com/2016/03/06/pengobatan-sipilis-akut/ di onKLINIK HERBAL

Related Posts:

Leave your comment here:

You must be logged in to post a comment.

Pencarian

Produk Obat Herbal

produk herbal

Kontak Kami

kontakyudi PIN BBM d4dfa68e

Cara Pemesanan

cara pesan

Jasa Pengiriman

jasa pengiriman   resi-kiriman

Garansi

garansi-produk

onKLINIK HERBAL share facebook twitter google linked-in